medikaholistik
Data :
Judul Penulis Isi
Tanaman :
Nama Kegunaan Nama Lokal
Konsultasi Kesehatan GratisInformasi Klinik AlternatifArtikel Kesehatan
medikaholistik

Share facebook

last update : 16 January 2007
PASIEN EPILEPSI dan GANGGUAN FUNGSI KOGNITIF
Dr. Yuda Turana, SpS. RS. Pantai Indah Kapuk

PENDAHULUAN

Epilepsi didefinisikan sebagai suatu sindrom yang ditandai oleh gangguan fungsi otak yang bersifat sementara dan paroksismal, yang memberi manifestasi berupa gangguan, atau kehilangan kesadaran, gangguan motorik, sensorik, psikologik, dan sistem otonom, serta bersifat episodik.

Hal-hal yang dapat menyebabkan epilepsi antara lain:
•Kerusakan otak kongenital
•Kerusakan otak perinatal
•Kejang demam
•Trauma kepala
•Infeksi intrakranial
•Stroke
•Penyalahgunaan alkohol dan obat-obat terlarang,DLL


EPILEPSI DAN FUNGSI KOGNISI

Definisi kognisi adalah suatu kegiatan pikiran, dimana seseorang sadar akan objek suatu pemikiran atau persepsi. Kognisis mencakup semua aspek dari pemikiran dan memori. Fungsi kognitif normal terganggu oleh kejang. Makin sering terjadi kejang, makin besar pula efeknya terhadap fungsi kognitif. Kejang juga dapat dipicu oleh kegiatan kognitif, misalnya membaca atau berhitung. Hal ini biasanya muncul saat masa anak atau remaja, dan dapat mempengaruhi kegiatan sekolah dan perkembangan kognitif.

GANGGUAN MEMORI PADA EPILEPSI

Defisit memori adalah masalah kognitif yang paling sering terjadi pada pederita epilepsi. Keluhan yang paling sering dilaporkan adalah:
•Fenomena ‘tip of tounge’, yaitu penderita tahu kata yang ingin diucapkan, tapi tidak terpikirkan olehnya.
•Checking, yaitu harus kembali memeriksa hal-hal yang telah dilakukan.
•Sering lupa dimana meletakkan barang.

Lesi pada otak adalah penyebab utama gangguan memori pada epilepsi. Lesi pada lobus temporal adalah yang paling sering dikaitkan dengan gangguan memori, mengingat lobus temporal, khususnya hipokampus, telah diketahui mempunyai hubungan dengan fungsi belajar. Gangguan memori berat terjadi pada kerusakan lobus temporal bilateral. Penderita menjadi amnesia, tidak bisa membentuk memori baru, serta tidak mampu mengingat apapun yang terjadi pada dirinya. Amnesia berat paling sering ditemukan pada post ensefalitis yang terjadi pada usia dewasa yang merusak lobus temporal.

EPILEPSI LOBUS FRONTAL

Penelitian mengenai epilepsi lobus frontal menunjukkan adanya gangguan ringan fungsi eksekutif. Gangguan ini bisa muncul bersamaan dengan perubahan emosi. Hal-hal tersebut dapat terjadi karena peranan korteks prefrontal dalam fungsi kognisi dan emosi. Sementara korteks dorsolateral terlibat dalam fungsi eksekutif seperti reasoning, berpikir abstrak, dan menyelesaikan masalah. Korteks orbitofrontal berhubungan dengan perilaku hubungan interpersonal yang didasari emosi, serta persepsi emosi. Korteks medial frontal berhubungan dengan theory of mind, regulasi afektif, proses emosi dan motivasi. Maka kerusakan pada korteks prefrontal akan mengakibatkan gangguan yang kompleks. Perubahan kepribadian mencakup kurang peka terhadap lingkungan, egosentris, dan social withdrawal. Ada serangkaian tes untuk menilai fungsi kognitif dan emosi pada penderita epilepsi lobus frontal, yaitu: 1. Theory of Mind
Hal ini mengacu pada kemampuan seseorang untuk menebak isi pikiran orang lain. Kemampuan ini berguna dalam menilai orang lain, dan dalam aktivitas sosial. Fungsi ini akan terganggu pada lesi korteks prefrontal.
2. Faux pas
Ini terjadi ketika eseorang memberikan suatu tanda yang seharusnya tidak dibuatnya, tidak sadar saat diucapkan, dimana hal tersebut tidak baik untuk dilakukan karena dapat menyinggung orang lain. Kemampuan untuk mendeteksi faux pas muncul saat usia 9-10 tahun, dan terganggu pada pasien dengan lesi orbitofrontal bilateral.
3. Humor
Kemampuan untuk mengapresiasi humor adalah komponen penting dalam interaksi sosial. Fungsi ini diasosiasikan dengan fungsi lobus frontal.
4. Pengenalan emosi
Interpretasi informasi non-verbal merupakan komponen besar dalam interaksi sosial. Ekspresi wajah menunjukkan isi pikiran serta emosi seseorang. Lesi pada korteks prefrontal bagian ventral menyebabkan gangguan dalam persepsi emosi.
5. Menebak status mental & emosi melalui ekspresi mata
Status mental dan respon emosi seseorang dapat terpancar dari matanya. Fungsi untuk mengenali isi hati seseorang terganggu pada pasien autis, demensia lobus frontotemporal, dan lesi lobus frontal bagian ventro medial.


EPILEPSI LOBUS TEMPORAL

Epilepsi lobus temporal adalah jenis epilepsi fokal yang paling sering ditemukan, serta potensial untuk resisten terhadap pengobatan. Efek fungsi kognitif ditandai dengan sklerosis hipokampus, kejang fokal dengan tanda kepribadian lobus temporal sebelah medial. Hipokampus dan sekitarnya adalah komponen terbesar dalam sistem frontotemporal. Epilepsi lobus temporal kiri berhubungan dengan defisit memori dan verbal, khususnya dalam penggabungan kalimat yang panjang dan pengungkapannya kembali. Pada epilepsi lobus temporal kanan dengan sklerosis hipokampus, defisit memori dan visual yang akan ditemukan. Selain itu juga bisa ditemukan defisit memori spasial yang spesifik, identifikasi wajah orang terkenal, pengenalan wajah dalam waktu lama, dan pengenalan ekspresi wajah. Karena mempunyai interaksi yang kuat antara lobus temporal dan area prefrontal prefrontal pada fungsi memori, pasien dengan epilepsi lobus temporal juga mempunyai kerusakan fungsi lobus frontal. Khususnya yang mempunyai gejala kejang tonik klonik umum. Epilepsi lobus temporal kiri umumnya berhubungan dengan kerusakan dalam berbahasa, memori, khususnya ketidakmampuan bersosialisasi. Pembedahan meski sukses, umumnya masih menyisakan defisit verbal dan memori dalam berbagai derajat.

GANGGUAN KOGNITIF PADA ANAK

Pada anak, gangguan berbahasa lebih sering terjadi dibandingkan pada orang dewasa. Sedangkan defisit memori ditemukan dalam perbandingan yang sama antara anak dan dewasa. Kejang berulang pada anak dengan epilepsi fokal berhubungan dengan penurunan fungsi intelek dalam 3-4 tahun. Salah satu cara mengatasi epilepsi adalah pembedahan otak. Terdapat hubungan yang kuat antara umur saat pembedahan dan penurunan fungsi memori verbal pasca operasi. Yang terbaik adalah pasien yang dilakukan pembedahan sebelum pubertas. Pada anak dengan epilepsi ekstra temporal, defisit lebih difus daripada epilepsi lobus temporal, dan lebih berat daripada epilepsi ektsra temporal pada orang dewasa. Dengan peningkatan usia, defisit neuropsikologikal pada epilepsi lobus temporal menjadi lebih spesifik dan kadang ireversibel. Kesulitan dalam berbahasa kompleks dapat ditemukan. Gangguan fungsi kognititf pada pasien epilepsy dapat disebabkan juga oleh efek samping obat. Perlu diketahui bahwa dalam praktek sehari-hari, gangguan fungsi kognitif tidak melulu disebabkan obat antiepilepsi. Berikut ini beberapa contoh obat anti epilepsi yang menggangu fungsi kognitif: Fenobarbital : gangguan memori jangka pendek, Fenitoin, Karbamasepin : gangguan atensi dan memori, asam valporat : gangguan psikomotor.

kembali >>



medikaholistik
saya pregita, 19thn. belakangan ini saya sering sakit kepala. Kepala sangat bera...(pregita)
medikaholistik
saya mengalami gangguan haid yg tdk teratur. kalo saya minum obat hormon haid, j...(rahmawati)
medikaholistik
salam sejahtera,saya han,udah 3bulan ini leher saya terasa kaku,gak bisa lirik k...(han)
medikaholistik
saya usia 50 th, belum menikah, LED 22, LDL 41, CKOLESTEROL 216. HIMOGLOBIN 14,5...(nurswastuti)
medikaholistik
saya sudah sering mencoba berbagai product untuk menurunkan berat badan seperti ...(sri kurnia)
medikaholistik
Konsultasi lainnya
Total Konsultasi : 6433  record
medikaholistik
Informasi :
Informasi Medika
info@medikaholistik.com
medikaholistik
Dukungan Teknis :
Web Development
webmaster@medikaholistik.com
 
medikaholistik
Komputer Akt!f
Golden Web Awards
Master Web Indonesia
Komputer Akt!f
Komputer Akt!f

 

Copyright © 2001 - 2014 . www.medikaholistik.com . Powered by Rhino Technology
Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi tulisan ini
dalam bentuk media apapun tanpa izin tertulis dari www.medikaholistik.com