medikaholistik
Data :
Judul Penulis Isi
Tanaman :
Nama Kegunaan Nama Lokal
Konsultasi Kesehatan GratisInformasi Klinik AlternatifArtikel Kesehatan
medikaholistik

Share facebook

last update : 02 June 2009
Kelumpuhan wajah sebelah ,kemungkinan Anda menderita Bell`s Palsy
Dr. Yuda Turana, SpS (RS Pantai Indah Kapuk/ RS Royal Taruma)

Bell\'s Palsy adalah suatu gangguan neurologi yang disebabkan oleh kerusakan saraf kranial ke 7, atau disebut juga sebagai saraf fasialis, yang menyebabkan kelemahan atau paralisis pada satu sisi wajah. Paralisis ini menyebabkan distorsi wajah serta mengganggu fungsi normal, seperti menutup mata dan makan .
Kejadian Bell\'s Palsy biasanya mendadak. Banyak orang setelah bangun pagi menemukan bahwa salah satu sisi wajahnya mencong. Pasien sering merasa takut kalau mereka terkena stroke, namun Bell\'s Palsy tidak berhubungan sama sekali dengan stroke. Gejala awal yang ringan seperti tingling di sekitar bibir atau mata kering biasanya cepat menjadi parah dalam waktu 48 jam atau kurang.
Bell\'s palsy banyak mengenai orang dewasa muda, terutama orang Jepang yang memiliki insidens tinggi terhadap kondisi ini. Infeksi virus seperti herpes, mumps dan HIV, serta infeksi bakteri seperti penyakit Lyme atau tuberkulosis dapat menyebabkan inflamasi dan pembengkakan pada saraf Fasialis hingga mengakibatkan terjadinya Bell\'s Palsy. Fraktur tengkorak, tumor, atau kondisi neurologi yang disebabkan oleh penyakit kronis seperti diabetes dan sindroma Guillain Barre dapat juga menyebabkan Bell\'s Palsy.
Kondisi yang menekan sistem imun seperti HIV meningkatkan resiko terjadinya Bell\'s Palsy. Stress, kehamilan dan diabetes juga merupakan faktor resiko. Orang yang mengidap diabetes memiliki kecenderungan 4X lebih besar untuk menjadi Bell\'s Palsy dibanding pada orang normal (1).
Bell\'s Palsy mengenai sekitar 40.000 orang di Amerika setiap tahunnya. Hal ini terjadi pada hampir 1 banding 65 orang selama hidupnya. Penyakit ini lebih sering mengenai orang dewasa muda dan orang Jepang memiliki insiden yang sedikit lebih tinggi dari kondisi seperti ini. Bell\'s palsy adalah penyebab paling sering dari paralisis wajah dan salah satu gangguan neurologi yang paling sering yang melibatkan nervus kranial.

Penyebab paling sering dari paralisis wajah adalah Bell\'s palsy. Bell\'s palsy adalah \"virus\" idiopatik yang menyerang saraf fasial
Virus yang paling sering berhubungan dengan Bell\'s palsy adalah virus herpes simplex - 1. studi terbaru menunjukkan bukti klinis yang kuat bahwa HS1 adalah penyebab utama Bell\'s palsy yang idiopatik. Hampir 80% dari semua pasien Bell\'s palsy ditemukan adanya virus ini.
Ada banyak manifestasi klinis yang berhubungan dengan paralisis wajah. Masing-masing individu memiliki manifestasi yang berbeda-beda, tergantung dari derajat dan lokasi kerusakan nervus.

Apa gejala Bell\'s Palsy ? Kelemahan atau paralisis otot, Kerutan dahi menghilang, Tampak seperti orang letih, Tidak mampu atau sulit mengedipkan mata, Hidung terasa kaku terus - menerus, Sulit berbicara, Sulit makan dan minum, Sensitive terhadap suara ( hiperakusis ), Salivasi yang berlebih atau berkurang, Pembengkakan wajah , Berkurang atau hilangnya rasa kecap, Nyeri didalam atau disekitar telinga, Air liur sering keluar, Sulit atau tidak mampu menutup mata, Air mata berkurang, Alis mata jatuh, Kelopak mata bawah jatuh, Sensitif terhadap cahaya

Pada kunjungan pertama kali ke dokter, pertanyaan akan ditanyakan dan test mungkin akan dilakukan. Prosedur ini akan menolong dokter menentukan penyebab dari kelemahan wajah, atau menyingkirkan kondisi, dimana diketahui berhubungan dengan kelumpuhan wajah. Ketika tidak ada penyebab yang ditemukan, Bell palsy dijadikan diagnosa. Sebagai contoh bisul didalam telinga atau mulut, dizziness atau pendengaran yang berkurang pada sisi yang terganggu mungkin diduga sebagai sindrom Ramsey Hunt.
Paralisis yang berlangsung lambat, kelemahan di beberapa area selain dimuka, pembesaran glandula parotis atau kelumpuhan yang memisahkan mata dengan alis yang memerlukan pengobatan dengan segera. Setelah mengambil anamnesa dan pengamatan yang teliti, test mungkin dilakukan termasuk pemeriksaan darah, MRI atau CT-scan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk membantu dokter dalam menegakan diagnosa .

Pengobatan utama dari Bell palsy atau tipe kelumpuhan wajah yang lain adalah dengan menghilangkan sumber dari kerusakan saraf secepat mungkin. Kompresi ringan dalam jangka waktu yang singkat dapat menyebabkan kerusakan yang ringan. Obat-obatan dapat menolong menghilangkan kompresi (prednisone dan antiviral), ini harus dilakukan sesegera mungkin. \"The window of opportunity\" untuk memulai pengobatan adalah 7 hari dari onset Bell palsy. Prednisone dapat diberikan jika muncul tanda-tanda inflamasi. Istirahat sangat penting. Badan yang cedera akan dapat sembuh dengan efisien jika disertai istirahat yang cukup untuk mengumpulkan tenaga dan daya tahan tubuh.

Pemakaian kacamata dengan lensa berwarna atau sunglasses kadang diperlukan untuk menjaga mata tetap lembab saat bekerja dengan computer karena akan cenderung kurang berkedipsaat menggunakan computer. Mata yang kering karena ketidakmampuan dalam mengedipkan mata akan menjadikan ini suatu masalah. Pemberian obat tetes mata sangat diperlukan. Jika terjadi gangguan pada suara dalam hal nyeri maupun volumenya, ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena ini merupakan bagian dari gejala Bell Palsy.
Fisioterapi tidak perlu dilakukan segera. Memaksakan fisioterapi sebelum ada tanda saraf mulai bekerja akan membuat masalah yang lebih jauh lagi. Pemijatan terhadap wajah boleh dilakukan. Untuk rasa nyeri atau tidak nyaman , pemanasan dapat membantu. Untuk pengobatan dapat dicoba pemanasan dengan herbal.
Dalam penelitian di the Quality Standards Subcommittee of the American Academy of Neurology (May 2001) tentang penggunaan steroid dan antiviral dan bedah dekompresi terhadap pasien Bell palsy, menyimpulkan
Steroid aman dan mungkin efektif dalam meningkatkan fungsi wajah dari hasil pengobatan terhadap pasien Bell palsy, Penggunaan antiviral dikombinasi dengan steroid aman dan efektive dalam meningkatkan fungsi wajah pada pasien dengan Bell palsy
Sampai sekarang belum ada bukti kuat bahwa obat-obatan menguntungkan untuk pasien bell\'s palsy. Ini sepertinya obat-obatan efektif hanya jika diberikan sesegera mungkin setelah onset.. window periode untuk Bell\'s palsy adalah 7 hari. Pemberian obat-obatan setelah 7 hari hasilnya kurang efektif.

Pasien biasanya memiliki prognosis yang baik, hampir 80-90% pasien sembuh tanpa kelainan. Pasien berusia 60 tahun atau lebih memiliki hampir 40% kesempatan untuk sembuh dan memiliki kemungkinan besar menjadi sekuele.
Bell palsy dapat kambuh pada 10-15% pasien. Hal ini dapat terjadi pada sisi ipsilateral atau kontralateral dari palsy pertama.

Dr. Yuda Turana, SpS (RS Pantai Indah Kapuk/ RS Royal Taruma)

kembali >>



medikaholistik
saya pregita, 19thn. belakangan ini saya sering sakit kepala. Kepala sangat bera...(pregita)
medikaholistik
saya mengalami gangguan haid yg tdk teratur. kalo saya minum obat hormon haid, j...(rahmawati)
medikaholistik
salam sejahtera,saya han,udah 3bulan ini leher saya terasa kaku,gak bisa lirik k...(han)
medikaholistik
saya usia 50 th, belum menikah, LED 22, LDL 41, CKOLESTEROL 216. HIMOGLOBIN 14,5...(nurswastuti)
medikaholistik
saya sudah sering mencoba berbagai product untuk menurunkan berat badan seperti ...(sri kurnia)
medikaholistik
Konsultasi lainnya
Total Konsultasi : 6433  record
medikaholistik
Informasi :
Informasi Medika
info@medikaholistik.com
medikaholistik
Dukungan Teknis :
Web Development
webmaster@medikaholistik.com
 
medikaholistik
Komputer Akt!f
Golden Web Awards
Master Web Indonesia
Komputer Akt!f
Komputer Akt!f

 

Copyright © 2001 - 2014 . www.medikaholistik.com . Powered by Rhino Technology
Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi tulisan ini
dalam bentuk media apapun tanpa izin tertulis dari www.medikaholistik.com