NYERI KEPALA, BERBAHAYA KAH ?

  Dr. Sheila Agustini, SpS     Jun, 26 2013      82,166 views

Setiap orang pasti pernah merasakan nyeri kepala, umunya nyeri kepala ini dapat sembuh dengan sendirinya, cukup dengan istirahat. Bisa juga nyeri kepala ini berkurang dan menghilang setelah minum obat penghilang rasa nyeri yang ada di pasaran. Namun pada beberapa jenis nyeri kepala dapat juga dicurigai adanya persoalan serius di kepala. Meskipun hal ini lebih jarang terjadi namun penting bagi kita mengenal tanda - tanda nyeri kepala yang patut kita waspadai.

Beberapa tanda nyeri kepala yang patut diwaspadai adalah :

  1. Nyeri kepala yang kronis, atau sudah cukup lama. Nyeri kepala yang cukup lama sebaiknya harus dicari dan dieksplorasi penyebabnya. Apalagi bila nyeri tersebut cenderung progresif bertambah berat. Mungkin dulu serangan nyeri hanya sebulan sekali, namun misalnya serangan saat ini menjadi seminggu sekali atau misalnya dulu nyeri nya sembuh dengan hanya minum obat sekali, namun saat ini tidak sembuh meskipun sudah minum 3 obat. Nyeri yang bertambah berat dan cenderung frekuensi serangan meningkat sebaiknya dikonsultasikan ke dokter saraf terdekat.
  2. Nyeri dengan pola yang berbeda dengan sebelumnya. Misalnya saja pada penderita migrain, nyeri kepala umumnya berulang, namun suatu saat nyeri yang timbul intensitas lebih berat dan pola nyeri tidak seperti biasanya, dalam hal ini pun sebaiknya dikonsulkan dahulu dengan dokter anda.
  3. Nyeri kepala yang disertai dengan gejala saraf lainnya : misalnya saja nyeri kepala yang disertai dengan tangan kesemutan atau muka rasa kesemutan sebelah. Pada kondisi adanya nyeri kepala disertai dengan gangguan saraf lainnya seringkali adanya problem serius di otak. Namun juga sebaiknya dilakukan pemeriksaan oleh dokter anda terlebih dahulu.

Perlu diperhatikan adalah : obat - obat penghilang rasa nyeri adalah hanya menghilangkan gejala saja, namun tidak mengobati penyebabnya. Pada penanganan nyeri kepala yang terpenting adalah ketahui penyebab dan faktor risikonya. Misalnya saja pada penderita migren faktor risiko pencetusnya dapat saja makanan ber MSG, kurang tidur, stress. Sebaiknya hindari faktor pencetus dahulu, bukan mengandalkan obat penghilang rasa nyeri semata. Begitu juga dengan sakit kepala akibat spasme otot di tengkuk, ada baiknya dilakukan terapi pelemasan otot - otot kaku di tengkuk dahulu untuk mengurangi rasa nyerinya. Selain itu juga dapat dianjurkan minum susu atau diberikan suplemen kalsium untuk mengurangi spasme atau kekakuan otot tersebut.

Dr. Sheila Agustini, SpS

RS Omni Alam Sutera / RS Mayapada Lebak Bulus

Share :